Jembatan yang rusak menghubungkan dari dusun ke desa/RMOLKalbar

Jembatan gantung di Dusun Semaong Desa Peniti, Kecamatan Sekadau Hilir, rusak parah. Jembatan yang dibangun hingga sekarang belum pernah mendapat perawatan dan perbaikan.

Akibatnya, kayu-kayu yang menjadi badan jembatan, habis dimakan rayap dan menjadi lapuk. Beberapa bagian badan jembatan yang terbuat dari kayu itu pun, sudah berlubang, pecah dan jatuh ke Sungai Engsalang yang ada di bawahnya.

Meski kondisinya seperti itu, masyarakat Dusun Semaong tetap melaluinya. Karena jembatan itu menjadi akses utama bagi mereka untuk ke sekolah, berladang, maupun ke Desa.

Masyarakat yang menggunakan sepeda motor maupun jalan kaki, harus berhati-hati melewati jembatan. Jika tidak, akan terperosok jatuh ke Sungai Engsalang.

“Sangat rawan, dan harus berhati-hati sekali. Ironisnya, tak pernah ada perbaikan sejak dibangun. Inilah jeritan masyarakat Dusu Semaong,” ujar Iskandar (48) kepada Kantor Berita RMOLKalbar, Sabtu pagi (21/3).

Kondisi itu, menurut Iskandar sudah berulangkali di sampaikan pada musrenbang Kecamatan Sekadau. Namun belum juga ada langkah nyata di lapangan.

“Kami tidak tahu lagi kepada pihak manakah kami harus mengadu. Sementara kondisi jembatan sudah sangat darurat. Tolong kami, jangan sampai ada korban dari warga kami akibat jembatan ini. Jangan biarkan dusun kami terisolasi dengan desa lain. Kepada pihak yang punya aset, kami berharap,secepatnya dilakukan perbaikan supaya warga kami tidak menjadi korban dari rubuhnya jembatan ini,” ujar Iskandar.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here