Sandiaga Uno/Net

Penyusunan omnibus law RUU Cipta Kerja diminta untuk melibatkan lebih banyak dialog dengan sektor UMKM. Sektor ini dapat menjadi lokomotif penciptaan lapangan kerja baru.

Demikian pandangan yang disampaikan Sandiaga Saalahuddin Uno dalam sebuah diskusi online digelar Senin (18/5).

“Tujuan utama ini (RUU Ciptaker) kan buka lapangan kerja. UMKM harusnya jadi lokomotifnya, karena yang aktif buka lapangan kerja ya UMKM. Teman-teman asosiasi lain itu kebanyakan usahanya besar. Mestinya tokoh utamanya UMKM,” ujar Sandiaga seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL.

Ketua Dewan Pembina HIPPI DPD DKI Jakarta itu mendorong pemerintah dan DPR dalam pembahasan RUU Ciptaker lebih banyak berdialog dengan sektor UMKM. Kebijakan-kebijakan yang digodok dalam RUU Ciptaker itu nantinya harus mampu menjembatani UMKM untuk bertumbuh.

“Bukan hanya online trading dan imbauan. Tapi harus ada pendekatan pendampingan dan mengharuskan perusahaan untuk merangkul UMKM,” jelas Sandiaga.

Lebih jauh Sandiaga mengatakan, RUU Cipta Kerja yang memakai prinsip omnibus law tujuannya sangat baik. Presiden Joko Widodo ingin menggabungkan sifat pengusaha yang ingin cepat untuk membangun perekonomian. Maka dari itu, sederet regulasi yang menghambat ingin dipangkas.

“Jadi ini ada proses teknokrasi, kalau pengusaha maunya cepat tereksekusi nah ini satu spirit yang mau dibawa Presiden. Saat inaugurasi, dia katakan satu hal yang asing itu adalah omnibus law, jadi omnibus ini semua dimasukkan ke satu tempat,” jelas Sandiaga.

Sandiaga mengatakan, RUU Ciptaker akan menjadi sangat besar. Mengatur soal investasi hingga membangun lapangan kerja. Sandiaga kembali menegaskan kalau memang niatnya membuka banyak lapangan kerja, sektor UMKM harus selalu digandeng.

“Jadi di dalamnya sangat beragam dari lapangan kerja sampai investasi dan lain-lain. Saya kira ini niat baik. Kalau mau ciptakan lapangan kerja, saran saya dekati UMKM,” tandas Sandiaga.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here