Habib Ishak Ali Al Muthahar/RMOLKalbar

Saat ini semua harus memberikan perhatian terhadap akan diberlakukannya new normal atau tatanan normal baru. Termasuk bagaimana dalam pelaksanaan di pesantren. Yang hendaknya mendapat perhatian antara lain biaya rapid test para santri yang akan kembali ke pesantren.

Yang mana para santri harus melakukan rapid test untuk mengetahui apakah terpapar virus Corona atau tidak, sebelum mereka kembali ke pesantren.

Karenanya, Habib Ishak Ali Al Muthahar, salah satu anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, meminta Pemerintah Provinsi dalam hal ini Gubernur Kalimantan Barat, untuk menggratiskan biaya rapid test maupun swab kepada para santri yang akan ke pesantren.

Keadaan pandemi Covid-19 di Kalbar sudah mulai membaik. Hal tersebut tentu saja berkat dukungan berbagai kalangan dan masyarakat mematuhi aturan yang dibuat pemerintah.

“Jadi kami harapkan bapak Gubernur untuk bisa menggratiskan biaya rapid test, mengingat kondisi para orang tua santri yang kehidupannya dibawah rata-rata. Ditambah lagi dengan dampak dari wabah corona tersebut, yang membuat semua sektor perekonomian melemah,” ujar Wan Is sapaan akrabnya, Jumat (5/6).

Wabah Corona ini, lanjutnya merupakan suatu hikmah dan pembelajaran, di mana masyarakat dianjurkan hidup bersih dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Pola hidup sehat selama ini ditunjukkan dengan selalu mencuci tangan baik saat masuk maupun keluar rumah, ketika ke pasar, bahkan saat beribadah di masjid maupun mushala dan selalu menggunakan masker,” tambahnya.

Kalau kita lihat lanjutnya, protokol kesehatan guna menangkal penyebaran virus Corona tersebut sudah dipatuhi oleh hampir semua masyarakat. Demikian pula kebanyakan tempat umum sudah memfasilitasi tempat cuci tangan.

“Termasuk penggunaan masker saat keluar rumah dan tetap menjaga jarak untuk menghindari penularan Covid-19,” ujarnya.

Selain itu, menurut Wan Is, harga tiket pesawat maupun kapal laut juga harus dapat terkendali, mengingat jumlah santri yang akan kembali ke pesantren jumlahnya ribuan.

“Harapan kami semua santri masih bisa melanjutkan pendidikannya di pondok pesantren sekalipun dalam kondisi kesulitan ekonomi saat ini,” harapnya.

Yang jelas kami selaku anggota DPRD selalu mendukung kebijakan yang dilkaukan pemerintah, kami juga meminta para santri memperhatikan aturan yang telah dibuat pemerintah.

“Santri yang akan kembali ke pesantren hendaknya selalu memperhatikan kebijakan pemerintah. Terkait dengan aman tidaknya temoat tujuan, terutama wilayah yang masuk zona merah,” pintanya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here