Direktur Utama Bank BTN Pahala N Mansury/RMOL

Industri properti Tanah Air harus segera beradaptasi dengan tata kehidupan baru atau New Normal yang diusung pemerintah. Bank BTN membuka diri untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan para pengembang untuk menyusun strategi agar tetap survive.

Demikian disampaikan Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansury pada acara webinar yang mengambil tema “Strategi Bisnis Properti Menghadapi Covid-19” di Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Bersama dengan pengembang, Bank BTN bersiap menyambut New Normal tersebut. Kita membuka diri bersinergi dan berkolaborasi dengan mitra kerja para pengembang khususnya, membuat strategi agar tetap survive dalam menjalankan bisnis terkait bidang properti di tengah pandemi Covid-19,” ujar Pahala.

Selain Pahala, narasumber lain dalam webinar tersebut antara lain Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida, Ketua Umum DPP Apersi Junaidi Abdillah, Ketua Umum Himperra Harry Endang Kawidjaja dan Pengamat Properti dari Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda.

Pahala mengatakan, BTN siap menjadi mitra pemerintah maupun developer dalam mendorong kebangkitan bisnis properti. New Normal akan menjadi momen kebangkitan industri properti dengan dukungan BTN.

“Kami telah membuktikan selama ini Bank BTN menjadi pendamping setia para pelaku bisnis properti terutama para pengembang yang membangun rumah khususnya untuk MBR,” katanya.

Di tengah pandemi, BTN juga menunjukkan komitmen sebagai bank terbesar dalam menyalurkan KPR Subsidi maupun Non Subsidi. Tercatat hingga April 2020, penyaluran KPR Subsisi Bank BTN telah menembus 105 persen dari target atau telah terealisasi sebanyak 26.836 unit.

Pencapaian tersebut merupakan realisasi 99 persen atau sebesar Rp3,57 triliun dari dana subsidi pemerintah yang disalurkan melalui Bank BTN.

“Mulai Mei 2020, Bank BTN sudah siap menyalurkan SSB (Subsidi Selisih Bunga) dengan target 146.000 unit diharapkan dapat terserap semua di tahun ini,” ujarnya.

Ditambahkan Pahala, BTN pada masa pandemi Covid-19 telah membantu bisnis properti Tanah Air agar tetap terus berjalan dengan dukungan antara lain adanya tambahan likuiditas untuk penyerapan kuota SSB, melakukan perbaikan business process terutama untuk calon debitur ASN, TNI, Polri, BUMN kolektif maupun payroll. Dan  memberikan relaksasi penyerapan KPR BTN Subsidi untuk menjaga pertumbuhan realisasi KPR Subsidi.

Pahala menambahkan, BTN siap melakukan perbaikan untuk kemajuan bisnis properti. Banyak hal yang sudah dilakukan untuk mendukung penyerapan produk pengembang dengan menyiapkan produk dan layanan berbasis digital.

“Makin banyak kemudahan, masyarakat juga dapat dengan cepat mengakses produk-produk rumah yang dijual pengembang melalui portal rumah online yang sudah disiapkan BTN termasuk dalam hal ini proses KPR dapat dilakukan secara online,” paparnya.

Pahala menegaskan, tantangan New Normal harus dijawab dengan sinergi dan kolaborasi untuk terus membangun rumah dan BTN siap mendukung.

“Mari saling berkolaborasi karena kerjasama antara Bank dan pengembang perumahan adalah kunci utama kebangkitan sektor properti di Indonesia. Ini adalah momentum untuk mendorong percepatan membangun rumah sebagai dukungan atas program sejuta rumah yang diinisiasi Presiden Joko Widodo sejak 2015,” tegasnya.

Sementara  Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida menyampaikan sejumlah usulan kepada pemerintah agar para pengembang diberikan keringanan dan penghapusan pajak PPH 21 serta restrukturisasi kredit bagi para developer.

“Untuk perbankan, kami harapkan ada keringanan suku bunga kredit konstruksi bagi pengembang yang membangun perumahan untuk MBR. Selain itu juga meminta perbankan siap menerapkan mekanisme akad kredit secara virtual selama PSBB diberlakukan,” ujar Totok.

Sementara Himperra Harry Endang Kawidjaja meminta relaksasi agar anggotanya dapat terus membangun rumah untuk rakyat, dimana hal yang utama adalah sinergi dari perbankan dan pengembang.

“Asosiasi dapat bersatu melobi pemerintah membuat skema pembiayaan khusus pandemi, bagaimana ke depan kita terus dapat membangun rumah untuk mendukung program pemerintah,” urainya.

Sementara itu Pengamat Properti dari IPW, Ali Tranghada mendukung langkah BTN membuka diri untuk maju bersama pengembang di tengah pandemi Covid-19 yang saat ini sedang menjadi masalah bangsa.

“Sudah saatnya bersama untuk menyelesaikan masalah dan tetap survive. Untuk itu pengembang perlu menata ulang anggaran keuangannya antara lain melakukan efisiensi perusahaan, menjaga cash flow, dana cadangan dan jika diperlukan meminta kebijakan restrukturisasi kepada perbankan,” tandas Ali Tranghada.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here