Bupati Sintang, Jarot Winarno/RMOLKalbar

Bupati Sintang, Jarot Winarno kembali mengumumkan kesembuhan kasus konfirmasi positif Covid-19 berdasarkan swab PCR yang dinyatakan negatif. Kedua OTG terkonfirmasi positif yang hari ini dinyatakan sembuh berasal dari Kecamatan Sintang.

“Konfirmasi 18, Bagas Bahtiar Wicaksono, berusia 24 tahun asal Kecamatan Sintang, dari kluster OPD hari ini dinyatakan sembuh. Kemudian konfirmasi 20, Yulisa Miranda, usia 30 asal Kecamtan Sintang, dari kluster kesehatan juga dinyatakan sembuh,” kata Jarot Winarno, Sabtu (4/7).

Hingga saat ini, total kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Sintang yang sembuh sebanyak 21 orang dari total 28 orang yang terkonfirmasi positif. Tersisa 7 orang lagi yang menunggu hasil swab PCR.

“Dari 28 konfirmasi positif covid, sampai hari ini 21 sudah sembuh. 7 menunggu kesembuhan. Tingkat kesembuhan yang kita rawat 75 persen. Mudah mudahan kita doakan 7 lainnya cepat sembuh,” harap Jarot Winarno.

Kabupaten Sintang kata Jarot memenuhi syarat untuk mulai bersiap melakukan transisi New Normal.

Menurutnya, penerapan tatanan hidup baru ada tiga kriteria yang harus terpenuhi dari sektor kesehatan.

“Kalau daerah mau normal, mesti siap dulu. Kesiapan new normal pertama ada tiga kriteria di sektor kesehatan dulu nih. Pertama kriteria epidemiologi, angka reproduksi kasusnya berapa. Kalau dibawah satu boleh lah bersiap new normal, kalau diatas 1 gak boleh,” ungkap Jarot Winarno.

Angka reproduksi berpatokan kepada satu kasus konfirmsi menularkan terhadap beberapa orang.

Di Kabupaten Sintang, hingga saat ini sudah terindentifikssi 28 kasus OTG terkonfirmasi corona. 26 kasus ditemukan dan menularkan terhadap dua orang.

“Artinya 2 tertular dari 26 kasus yang ada, artinya angka repoduksi kita ini dibawah 1. Kemudian dari 28 kasus terkonfirmasi dan 21 sembuh, tidak ada yang meninggal angka fatality rate nol. Penularan rendah, jadi pegangan kenapa kita siap menuju new normal,” ujarnya.

Kemudian, dilihat dari sektor kapasitas kesehatan. Jarot melihat, persentasi kapasitas kesehatan cukup memadai di Kabupaten Sintang apabila menerapkan new normal.

Jarot menghitung, di RSUD rujukan Ade M Djoen Sintang tersedia 4 ruang isolasi khusus dilengkapi ventilator. Terakhir digunakan untuk merawat pasien dari Sanggau yang sudah dinyatakan sembuh.

Setelah itu, 4 ruangan khusus tidak pernah lagi digunakan untuk merawat pasien karena semua yang terkonfirmasi OTG.

Di RSUD Ade M Djoen Sintang juga tersedia 32 kamar ruang isolasi mandiri. Di luar itu, tim gugus tugas juga memboking satu hotel dengan 43 kamar dan gedung serbaguna sebanyak 46 bilik isolasi yang digunakan untuk OTG dengan hasil rapid test reaktif.

“Jadi kapasitas memadai lah. Kita tidak mau begitu relaksasi kasusnya meledak lagi seperti di negara lain,” jelasnya.

Terkahir dilihat dari surveillance. Jarot melihat, Tes, Telusur dan Isoladi (TTI) yang sudah dilakukan oleh tim gugus tugas sudah sangat baik.

Lebih dari itu, Jarot juga memberikan perhatian lebih terhadap wilayah perbatasan pasca satu warga perbatasan terkonfirmasi corona usai pulang bekerja dari Malaysia yang kini sudah dinyatakan sembuh.

Dua Puskemas di perbatasan diberikan kemampuan untuk melakukan rapid test. Tidak hanya itu, Jarot juga menyiagakan mobil oprasional agar ketika ditemukan satu reaktif, bisa langsung dibawa ke Sintang.

“Kita juga sudah merapid test sekitar terhadap 7.153 orang. kurang, minimal 8 ribu. Kita temukan reaktif 747 orang, kurang ini, minimal 800 an. Yang positif 28 orang kurang juga, idealnya 40 orang untuk kota sintang. Surveillance kita nih bagus, dari aspek kesehatan syarat kita untuk transisi menuju new normal sudah memenuhu syarat, apalagi kita tinggal menunggu alat mobile pcr. Jadi kemampuan tes lab kita, telusur dan isoalsi memadai,” pungkas Jarot Winarno.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here