Gubernur Kalbar, Sutarmidji/Net

Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji mengimbau pada saat perayaan Hari Raya Idul Adha warga mesti tetap mengutamakan protokol kesehatan Covid-19.

Baik pada shalat Idul Adha maupun proses penyembelihan hewan kurban.

Ia mengatakan protokol kesehatan covid-19 harus dijalankan, seperti tetap menjaga jarak, tetap menggunakan masker.

Sementara untuk waktu khutbah disarankan tidak terlalu panjang, saf tetap berjarak dan yang paling penting menurutnya rukun Shalat sudah terpenuhi.

“Ingat jarak rapat dan lurusnya saf itu untuk kesempurnaan shalat, bukan untuk sahnya Shalat.

Jadi itu harus dipikirkan,” ujarnya, Minggu (26/7).

Ia mengharapkan upaya untuk mencegah penularan Covid-19 tetap dilaksanakan secara ketat oleh masyarakat meski kasus yang ada saat ini jumlahnya tidak besar.

“Shlat Idul Adha dan saat menyembelih hewan qurban hendaknya tetap memperhatikan protokol kesehatan terkait Covid-19,” ujarnya.

Di konfirmasi terpisah sebelumnya, Kepala Dinas Pangan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan (Diswanak) Kalimantan Barat (Kalbar), Muhammad Munsif mengatakan Protokol Penyediaan dan Pemotongan Hewan di era pandemi Covi-19 wajib berpedoman pada Surat Edaran Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar .

Acuan tersebut pada Surat Edaran Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar No 008/SE/PK.320/F/06/2020 tanggal 8 Juni 2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban Dalam Situasi Bencana Non Alam Corona Disrases Covid-19.

Ia mengatakan perlu diperhatikan dan dipastikan tempat pemotongan hewan qurban telah mendapatkan persetujuan Dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan setempat.

“Pengawasannya juga oleh Dinas terkait dan dapat melibatkan aparat keamanan setempat,” ucapnya.

Selain itu harus menjaga jarak, cukup dihadiri panitia dan petugas, pendistribusian daging dilakukan panitia ke rumah mustahik, jaga jarak antar petugas minimal 1 meter.

“Selain itu saat menguliti, mencacah, menangani dan mengemas daging tidak saling berhadapan ,” pungkasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here