Dinkes Sekadau Tes Swab Guru dan Siswa Dirapid Test di Belitang Hilir

Dinkes Sekadau Tes Swab Guru dan Siswa Dirapid Test di Belitang Hilir

Dinas Kesehatan, PP dan KB Kabupaten Sekadau melakukan pengambilan sampel swab terhadap guru dan tenaga penunjang di SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 1 Belitang Hilir. Selain itu, para siswa kelas IX dan XII juga menjalani rapid test.


Plt Kepala Dinas Kesehatan PP dan KB Kabupaten Sekadau, Henry Alpius melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan PP dan KB Kabupaten Sekadau, Martinus Ridi mengatakan, tes swab dan rapid test tersebut dilakukan sebagai persiapan sekolah tatap muka. Sebelumnya, tes swab dan rapid test terhadap guru serta siswa di dalam Kota Sekadau.

"Untuk siswa kelas IX SMP 1 Belitang Hilir yang dirapid ada 107 orang dan siswa kelas XII SMA 1 Belitang Hilir ada 156 orang. Totalnya 263 orang," kata Ridi, Kamis (10/9).

Sementara itu, guru dan tenaga penunjang sekolah yang menjalani tes swab masing-masing di SMP Negeri 1 Belitang Hilir berjumlah 22 orang dan SMA Negeri 1 Belitang sebanyak 32 orang.

"Siswa yang reaktif rapid test langsung kita swab. Sampel swab ini kita kirim ke Pontianak. Ini langkah screening awal yang kita lakukan untuk mengetahui ada tidaknya Covid-19," ungkap Ridi.

Rencananya, tes swab terhadap guru dan rapid test untuk siswa kembali akan dilakukan di kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Sekadau.

"Targetnya kita setiap minggu ada pemeriksaan," ujar Ridi.

Saat ini Kabupaten Sekadau masih berstatus zona hijau corona. Kendati demikian, Ridi juga mengimbau masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun (3M).

Diketahui saat ini sudah ada Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 45 tahun 2020 tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru pada Masa Pademi dan Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Kabupaten Sekadau.

"Kita jangan kendor, tetap pakai masker. Kenapa pakai masker? Ini salah satu upaya mencegah penularan Covid-19. Bagi masyarakat walaupun sudah memasuki adaptasi kebiasaan baru, jangan pula kendor (protokol kesehatan). Jangan seolah-olah menjadi kebebasan, jadi abai protokol kesehatan. Pakai masker ini jadikan sebagai gaya hidup," pungkas Ridi.